Cerpen AI, Gugur Di Angka 7 #Zona Karya Artikel Ampuh , Kali Ini Cerpen Berjudul AI, Gugur Di Angka 7 Karya Saudari Aisyah Istiqamah Masyah
Cerpen AI, Gugur Di Angka 7 - Zona Karya Artikel Ampuh, baru baru ini mendapatkan kiriman lagi dari temannya di salah satu organisasi sastra yang ada di daerah admin tinggal , karya tersebut berupa cerpen, yang mungkin salah satu pengalaman dari penulis , maka dari itu kami dari zona karya artikel ampuh merasa bahwa artikel yang dikirim oleh sobat artikel ampuh ini layak untuk di terbitkan.  Berikut karya teman kita tersebut

Baca Juga Karya Saudari Aisya Istiqamah Marsyah Yang ini : Puisi Geladak - Geladak Itu Tahu 

http://www.artikelampuh.blogspot.com/p/sitemap.html


AI, Gugur Di Angka 7
Oleh: Sparkling Autumn

Hap!
Lompatanku terlalu rendah untuk menjangkau ranting di atas kepala. Tanganku meraih angin. Aku tertawa geli, pohon samanea saman ini terlalu tinggi untuk kamu jangkau Ai. Aku menyandarkan diri di badan pohon. Meregangkan tubuh yang terasa kaku sejak belajar tadi.

“Ai, kamu tak berniat beristirahat di sini kan?” dengan panik Inna menegurku. Aku mengangkat bahu, “Ada yang salah?”

Sahabatku sejak maba menoleh kanan-kiri, seperti memastikan bahwa memang tak ada yang salah. Dia mendengus pelan. “Setidaknya kita bisa mencari kantin sambil meminum sesuatu, bukan di pinggir jalan seperti ini. Kita bukan anak-anak, kalau dilihat mahasiswa lain kan malu.” Setelah berpanjang lebar, Inna menyusuri raut wajahku yang penuh pinta, dia pun luluh dan ikut duduk di sampingku. Aku tersenyum menang, “Langit hari ini cerah, kita nikmati dulu yah.”

“Ai,”

“Yah?”

“Ceritakan padaku kisah cintamu!” seru Inna tiba-tiba. Aku menatap Inna yang juga melihatku dengan wajah serius. “Karena tidak ada gadis cantik yang tidak memiliki kisah cinta, Ai.” Seperti membaca pikiranku, dia menjelaskan alasannya. Jalan di depan kami lengang. Senada dengan hatiku kali ini.

Kisah cinta?

“Hmm, kamu yakin ingin mendengar kisah cintaku?” Inna mengangguk pasti dan memasang wajah polos penuh rasa ingin tahu. Aku tergelak melihatnya, namun sepasang mata bulatnya memicing dan mulutnya memanyun perlahan. “Oke,oke, sayang…jangan pernah menyela ceritaku, biarkan kisah ini mengalir hingga selesai. Mengerti?”

“Sangat mengerti!”

***

Aku berdehem. Memulai dengan senyum yang penuh arti. “Aku tak tahu apa itu cinta. Jika memang yang aku lalui nanti dinamakan 'cinta' selayaknya romansa di televisi dan buku-buku yang aku baca,” Aku diam sejenak. “Semua berawal di hari pertama aku menginjak jenjang SMP. Aku hanyalah seorang gadis ingusan yang kurang bersosialisasi. Menyukai sepi dan bertahan pada kesendirian tanpa mencari teman. Segala-gala yang baru membuatku merasa risih. Aku memilih tempat duduk di depan dan berkutat dengan buku seakan menolak suasana perkenalan yang heboh di sekelilingku.”

Aku melirik Inna, rambutnya berantakan diterpa angin. Keheningan membuatnya bingung.

“Saat itu, entah mengapa hatiku memintaku untuk berbalik, aku pun mengikutinya. Kamu tahu apa yang aku lihat?” Inna menggeleng sambil menggigit bibir. “Sepasang mata tengah menatapku! Sepasang mata dari seseorang yang duduk di sudut kelas. Terus menatapku meski dia tahu aku memergoki aksinya. Aku berpaling. Ragam pertanyaan memenuhi kepalaku, aku menutup buku dan mencoba tenang dalam perasaan kacau yang tidak kumengerti. Sejak hari itu, aku takut untuk berbalik ke belakang. Karena akan selalu ada sepasang mata yang menghujamku. Tanpa berbalik pun aku dapat merasakannya.”

 “Setahun sekelas dengannya, kami tak pernah berbicara. Aku tidak tahu bagaimana memulai, sedang dia, sepertinya hanya ingin menjadikanku objek pandangannya bukan sebagai teman ngobrol. Dia menyukaiku. Begitulah gosip yang beredar. Aku menafikkan kenyataan, bahwa ternyata aku juga menyukainya. Bahkan, sangat menyukainya.

Aku menyukaimu, Ai.

    “Itulah kalimat pertama darinya. Saat itu aku berpamitan pada teman-teman untuk pindah dari Jakarta. Aku akan meninggalkan kota kelahiranku, meninggalkan sekolah, juga sepasang mata yang kini menatapku sendu. Aku hanya terdiam dan pergi dengan segenap perasaan yang tak dapat kuartikan lagi.”

“Gadis ingusan ini terus menyukainya, Inna. Menempatkannya di hatiku terdalam. Mencoba menemukan sepasang mata itu di antara milyaran pasang mata di bumi ini. Hingga tahun ketujuh, aku menemukannya kembali, betapa bahagianya aku saat itu. Menemukan sepasang mata yang tengah menatap penuh kasih. Tapi sayangnya, kali ini bukan padaku. Melainkan untuk wanita lain.”

Dan semua berakhir pada sepi, seperti ketika semua bermula.

***
“Jadi, inilah alasan kamu tak pernah membuka hati untuk lelaki lain? Karena kamu menantinya? Tujuh tahun, Ai?!”

Aku mengangguk mengiyakan. Ada genangan di mata Inna yang sedari tadi ditahannya. “Tidak pernah ada perjanjian dalam penantian ini. Jadi, tidak ada yang patut disalahkan. Hehe, aku bisa membaca pikiranmu sayang.”

Inna memandang hampa, “Andai sepasang mata aneh itu tahu? Dia takkan menatap wanita lain kecuali kamu. Sahabat terbaikku. Huh, kisah ini menyakitkan sekali. Sangat bagus untuk dijadikan sebuah cerpen.”

“Hei, sahabatku sayang…kita adalah anak sastra, aku seorang penulis, imajinasiku sangat tinggi, apakah kamu tak menyadari kisah ini bisa saja karangan belaka?” Aku menyeringai.

“Maksudmu?! Ai, jangan bilang kisah cintamu ini adalah…”

Sebelum kalimatnya selesai, aku berlari meninggalkan Inna yang meradang. Kami saling berkejaran di bawah daun-daun yang berguguran. Dan kisah cintaku? Ikut menggugur di angka tujuh. Selamat tinggal.

***

: untukmu ,dengarlah lagu The Script, The Man Who Can’t Be Moved.

Demikian Zona Karya Artikel Ampuh yang menerima tulisan dari pengirimnya yang berjudul Cerpen AI, Gugur Di Angka 7 , semoga bisa menjadi inspirasi untuk anda , dan untuk lebih kenal dengan penulisnya , data teman kita tersebut bisa dilihat dibawah ini.


#Tentang Pemilik Karya
Nama teman kita ini adalah Aisyah Istiqamah Marsyah dan di karya ini dia menyebut dirinya Sparkling Autumn. anda bisa menemukannya di beberapa media sosial seperti di :Blog: http://aisyahistiqomah.blogspot.com/
Kompasiana: http://www.kompasiana.com/A-Syah
Tumblr: http://d-alien.tumblr.com/
FB: https://www.facebook.com/sparkling.autumn
Twitter: https://twitter.com/YahAisyahYah
Syalaaaaalalalaa :P
Axact

Abdillah.S.A.S

Hanya Seorang Penulis Blog yang blognya selalu di copy paste tanpa ampun, dan Sekarang beralih menjadi penulis wisata di Aneka Wisata Nusantara

Post A Comment:

4 comments:

  1. nice info gan..
    artikelnya bermanfaat sekali..

    lirik juga modifikasi macam2 mobil disini gan..
    http://afgan19.blogspot.com/
    sorry ane nyepam gan.. :D

    ReplyDelete
  2. "Menyukai sepi dan bertahan pada kesendirian tanpa mencari teman."

    saat membaca kalimat itu, seketika Hikari tersentak seolah2 sekelilingnya berubah menjadi gelap dan sambaran petir menghampiri dari belakang. Hikari merasa bahwa ia bertemu dengan orang yang "Aneh" sama seperti dirinya menyukai keheningan dan kesendirian. *justimajination*

    nice cerpen ^^

    ReplyDelete
  3. Ini yang comment di atasku Uni-chan kah???? >_< ato salah orangka -_-

    ReplyDelete