Prinsip - Prinsip Overclocking CPU - Ada beberapa prinsip utama yang harus diketahui sebelum melakukan praktek overclocking khususnya menyangkut teknologi dan prosesor yang merupakan komponen yang terbanyak di overclock.
Prinsip - Prinsip Overclocking CPU - Ada beberapa prinsip utama dalam overclocking yang harus kita ketahui sebelum melakukan tindakan praktek overclocking khususnya yang menyangkut teknologi dan prosesor yang merupakan komponen yang terbanyak di overclock.


Adapun Prinsip Overclock CPU adalah :


1.Dari sisi prosesor.

Produsen prosesor membuat produk mereka dengan teknologi tertentu. Teknologi yang dipakai ini memiliki keterbatasan berdasarkan prinsip hukum-hukum fisika. Ketika keterbatasan ini dicapai maka saatnya untuk mencoba teknologi baru. Prinsip ini mengindikasikan bahwa overclocking prosesor memiliki batas maksimal yang harus diperkirakan, bila batas ini telah tercapai dan Anda belum merasa puas maka saatnya untuk berpindah teknologi. Misalnya jika Anda tidak puas dengan kinerja prosesor 32bit Anda yang telah di-overclock sampai batas kemampuannya, maka saatnya untuk berpindah ke core lain atau menggantinya dengan prosesor 64-bit.

2. Potensi maksimal teknologi

pada peripheral tertentu jarangdicapai ketika pertama kali diluncurkan ke pasar. Seiring waktu, para tweaker-lah (nama lain dari overclocker) yang kemudian membuat peripheral ini dapat mencapai potensi maksimumnya. Bagaimanapun, tidak ada peripheral yang dapat di-tweak seterusnya, sekali titik maksimum tertentu dicapai maka peningkatan signifikan selanjutnya menjadi hampir mustahil dan kemajuan berikutnya membutuhkan teknologi baru. Untuk memastikan tidak adanya produk yang cacat yang dilempar ke pasaran pabrikan-pabrikan  membuat sebagian besar prosesor mereka sanggup berjalan di bawah atau diatas kecepatan standar yang telah ditentukan.

3. Pabrikan prosesor umumnya menetapkan kecepatan standar


prosesor mereka lebih rendah dari kecepatan maksimumnya. Hal inilah yang membuka potensi overclock dari sebuah prosesor.

4. Prosesor dapat ditingkatkan kecepatannya beberapa persen dari kecepatan standar yang telah ditentukan dengan memodifikasi fisiknya.


Modifikasi  sederhana memberikan hasil yang sedikit, sementara modifikasi yang lebih rumit akan memberikan hasil yang lebih banyak. Tidak Ada Rasa Takjub Bagi yang Belajar Berbicara tentang overclocking prosesor, Intel dan AMD selalu menjual prosesor yang secara signifikan dapat bekerja lebih cepat dari  kecepatan standar yang telah mereka tentukan, dan hal inilah yang kemudian dieksploitasi oleh para overcloker dan membuat seseorang yang tidak mengerti menjadi takjub. Perhatikan ilustrasi di bawah ini :
“Intel telah membuat saya kagum dengan prosesor P4 yang dikeluarkannya. Pentium 4 2.4c adalah prosesor yang sangat mudah di-overclock, tanpa banyak kesulitan dan usaha. P4 2.4c ini dapat digeber sampai 3.5GHz, sungguh menakjubkan karena telah menghemat harga sampai USD 200”.

Jika anda mengetahui prinsip prinsip overclocking maka sebenarnya  Anda tidak akan terkejut jika menemui kejadian serupa dengan ilustrasi di atas dan tidak akan heran dengan kemampuan 2.4c yang overclockable, sebab prinsip nomor 2,3 dan 4 di atas telah menjelaskan hal tersebut kepada kita. Lagipula semua 2.4c menggunakan D-1 stepping yang merupakan ciri khas core Northwood.

Chip D-1 stepping umumnya dapat berlari pada 3.2GHz tanpa penambahan voltase. Pengetahuan-pengetahuan awal seperti ini akan membuat seseorang tidak akan ragu-ragu menggeber 2.4c mereka karena kemampuannya sudah terbaca dan diperkirakan. Harga lebih Penting Daripada Persentase Sebenarnya apa yang terpenting dalam melakukan praktek overclocking? Persentase kenaikan yang dapat dicapai ataukah keseimbangan antara harga dan kinerja yang berujung ke penghematan harga untuk peripheral yang di-overclock? Adalah keliru jika praktek overclocking semata-mata ingin mencari nilai persentase tingkat kenaikan yang dicapai dari peripheral bersangkutan secara khusus, dan sistem keseluruhan umumnya. Walau tingkat persentase ini penting tetapi bukan alasan yang tepat untuk melakukan overclock. Lalu apa jika bukan persentase? Jawabannya adalah keseimbangan antara harga dan kinerja (price performance).

Demikian Artikel Ampuh Mengenai Prinsip - Prinsip Overclocking CPU semoga dapat membantu dan bermanfaat.
Axact

Abdillah.S.A.S

Hanya Seorang Penulis Blog yang blognya selalu di copy paste tanpa ampun, dan Sekarang beralih menjadi penulis wisata di Aneka Wisata Nusantara

Post A Comment:

0 comments: